Workspace

Studio Batik Digital

01. Pilih Audio

Unggah File Audio

MP3 · WAV · FLAC · OGG · M4A · AAC · OPUS

Unggah

Semua Format Audio

02. Variasi Seed

Kompleksitas

0/ 9
Mekanisme Generasi

6 Tensor Matematis

Setiap aspek motifmu ditentukan oleh satu tensor. Masing-masing dihitung langsung dari sinyal audiomu menggunakan fungsi-fungsi yang bisa diverifikasi.

Φ_d
Fractal Densityvia tempo
Φ_d = 1 / (1 + e^{−(τ−120)/30})

Tempo audio (BPM) dimasukkan ke fungsi sigmoid. Semakin cepat ritme, semakin tinggi Φ_d, semakin padat ornamen isen-isen yang tercetak. Titik tengah di τ = 120 BPM.

η_s
Entropy Saturationvia energi
η_s = tanh(E_rms × 15)

Kekuatan amplitudo rata-rata (RMS) audio ditransformasi ke saturasi warna. Audio keras → palet kontras cerah. Audio pelan → warna pastel soga lembut.

θ_c
Chromatic Phasevia chroma
θ_c = Σ(Cᵢ · i) / (11 · ΣCᵢ)

Distribusi energi di 12 kelas pitch (C hingga B) dihitung pusat massanya. Hasilnya menentukan posisi rona dominan di color wheel — dari coklat soga hangat hingga biru indigo dingin.

ρ_b
Biological Resonancevia tempo + chroma
ρ_b = tanh(τ/150 + 5·Var(C₁₂))

Kombinasi tempo dan keragaman harmonik menentukan apakah motif cenderung ke geometri organik fauna (burung, hewan) atau flora (daun, bunga, sulur). Threshold 0.67 memisahkan kedua domain.

λ_s
Spatial Scalevia pitch
λ_s = clamp[(log₁₀(p̄+10) − 1.5) / 2]

Pitch fundamental audio (frekuensi dasar dalam Hz) menentukan skala ukuran motif. Suara bass → motif besar bernapas luas. Suara tinggi → pengulangan motif kecil khas Truntum dan Nitik.

κ
Curvature Tensorvia zero crossing
κ = e^{−10 · ζ}

Zero Crossing Rate mencerminkan "kekasaran" tekstur audio. Audio halus (vokal, flute) → κ mendekati 1 → garis melengkung lembut. Audio kasar (perkusi, noise) → κ mendekati 0 → geometri angular tajam.